Mengenai sejarah singkat Desa Sindang pada mulanya Desa Sindang merupakan areal hutan dimana hutan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Talaga Manggung kurang lebih tahun 1624 M pada abad ke 16. Dihutan ini / di wilayah ini hidup seorang Pandita / seorang Tokoh yang bernama Eyang Sastra Santa Santana seorang Pandita yang berilmu tinggi yang di tugaskan oleh Prabu Gunung Picung slaku Raja Talaga yang pertama untuk menjaga wilayah / hutan tersebut, beliau seorang tokoh yang ber perangi lembut dan ber ilmu tinggi ( Sakti manraguna) ilmu padi adalah pegangannya yakni makin berberisi makin berunduk jauh dari sipat dan sikap sombong dari sikap ini yang menyebabkan beliau sangat di hormati dan di segani oleh siapapun, sehingga pada saat itu baik para pedagang pencari rempah- rempah terutama pasukan Kerajaan Cirebon Adipati 2 dan Kerajaan Banten yang bermaksud menyebarkan agama islam ke Kerajaan Talaga Manggung selalu singgah ke padepokan tempat Eyang Sastra Santa Santana yang tepatnya di sebut Daleum.
Bahkan dengan keramahtamahan eyang sastra tersebut selalu di pakai tempat persinggahan /peristirahatan bahkan dipakai tempat musyawarah Kerajaan Banten, dan Kerajaan Cirebon untuk menyebarkan agama islam sehingga Eyang Prabu Kiansantang ( Sunan Ruhmat ) sering beristirahat di Tapak Wali (Makom Dalem), Konon katanya pada hari senin dan kamis, bahkan sampai sekarangpun masih ada cirri-cirinya yaitu tanah jadi.
Karena tempat tersebut di pakai tempat persinggahan/pengistirahatan/ musyawarah dan penyindangan dari mulai kerajaan talaga yang pertama pera pejuang agama islam baik yang dari kerajaan banten dan cirebon sampai para pejuang Nasiolal sering beristirahat di tempat tersebut pada jaman Belanda selalu di pakai panyindangan (Peristirahatan).
Maka dari situlah baik dari tokoh setempat maupun dari para pejuang agama islam terutama Prabu Kiansantang menamakan tempat tersebut panyindangan sehingga lahirlah nama Sindang dan sampai sekarang dijadikan nama Desa yaitu Desa Sindang Pada abad ke 17.
NAMA-NAMA KUWU / KEPALA DESA
SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA DESA SINDANG
Sampai Dengan 1734 - Demang sarwadana (Ewong)
1734 - 1769 - Rd. Aris
1769 - 1784 - Rd. Ali
1784 - 1804 - Rd. Ajid
1804 - 1934 - H. Rosadi
1934 - 1966 - H. Sobandi
1966 - 1982 - H. Nurjabidi
1982 - 1990 - Sakrim Sobandi
1990 - 1998 - H. Nurjabidi
1998 - 2008 - Diding Najmudin
2008 - 2015 - Eri Suheri
2015 - 2020 - Eka Yuliana Sukowati
2020 - Sekarang - IR Cecep Nurbadri
Demografi
1. Letak Geografis
a. Ketinggian dari permukaan laut : 600 m
b. Suhu maksimal/minimum : 27-30oC
c. Jarak Kantor Desa dari
- Ibu Kota Kecamatan : 4 km
- Ibu Kota Kabupaten : 40 km
- Ibu Kota Propinsi : 140 km
- Ibu Kota Negara : 500 km
d. Curah hujan : 300 mm
e. Letak Desa
- Dataran : 50 ha/m2
f. Batas Desa
- Sebelah Utara : Desa Argasari
- Sebelah Timur : Desa Banjaransari
- Sebelah Selatan : Desa Rawa
- Sebelah Barat : Desa Jatipamor